Dear Bloggies,
“Every time I stand before a beautiful beach, its waves seem to whisper
to me: If you choose the simple things and find joy in nature's simple
treasures, life and living need not be so hard.”
Psyche Roxas-Mendoza
I
must say that I am a beach-lover, because I love spending my time strolling
around or just sitting at the beach and let my mind wander. And this time, I
have a chance to explore Pacitan again in a such short weekend escape.
Perjalanan panjang ke Pacitan kali ini somehow sebanding dengan apa yang saya
harapkan. Saya berangkat menuju Pantai Srau Pacitan bersama Aidda, dan adiknya yang
selalu dengan senang hati membuka pintu rumah nya untuk saya sebagai tempat
akomodasi sementara di Pacitan.
 |
Pemandangan pantai dari Gazebo sepanjang Pantai |
Perjalanan
dari Lorok menuju Pantai Srau kami tempuh selama hampir 2 jam menggunakan
kendaraan roda. Jalur yang ditempuh untuk menuju pantai Srau hampir sama dengan
jalur menuju pantai Klayar dan Watu Karung, bedanya kami mengambil arah ke kiri
dari pertigaan jalan Dadapan Watu Karung. Dari pertigaan tersebut, kami hanya
butuh waktu kurang lebih 13 menit untuk sampai di Entry Point nya pantai Srau. Kondisi
jalan menuju pantai cukup bagus dan sepertinya baru saja di aspal, sehingga
sangat ramah bagi pengunjung yang menggunakan roda dua maupun roda empat. Cukup
membayar tiket masuk Rp. 3000,00 untuk anak-anak dan Rp.5000,00 untuk orang
dewasa, sedangkan untuk retribusi kendaraan bermotor hanya Rp.3000,00, harga
tiket masuk yang sangat murah.
 |
Teriknya matahari, tidak membuat kami takut bermain di pantai |
Speechless,
ketika kami sudah sampai di pantai. Mata saya yang terbiasa dengan hiruk pikuk
macetnya kota Surabaya langsung dimanjakan dengan pemandangan biru nya laut. Bisa
dibilang, Pantai Srau mungkin sedikit berbeda dengan pantai-pantai yang sudah
saya kunjungi, karena disini saya menemui jajaran gazebo bercat putih yang
berdiri kokoh di sepanjang pantai. Selain itu, saya juga menemukan camping site
yang saat itu kebetulan dipakai camping oleh rombongan wisata dari Jogja. Bagi
kalian yang tidak membawa bekal atau lupa membeli perlengkapan mandi,
tenang...disini banyak warung yang menjual keperluan mandi dan makanan, asalkan
selalu ingat untuk menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi
 |
Karang Bolong Pantai Srau |
Kami
duduk di salah satu gazebo yang ada di pinggir pantai sembari membuka bekal
yang sudah disiapkan oleh teman saya, Aidda. Kami menikmati pisang goreng
rumahan ditemani segarnya kelapa muda sebagai pelepas dahaga. Feels like heaven
on earth, minum air kelapa dengan harga yang incredibly cheap then having small
talk and quality time with people I love, perfect weekend. Kami menghabiskan
waktu sekitar 2 jam bermain di Pantai sebelum akhirnya kita pulang untuk makan
siang (makan sore sih, karena makan siang sudah terganti dengan pisang goreng
dan air kelapa muda). Kami menuju restoran yang jadi favorit saya, namanya
Mekar Jaya Seafood Resto di Pacitan Kota. Saya sudah nyaman sama resto ini,
karena selain harganya tidak terlalu mahal, masakannya enak.
 |
Mercusuar Pantai Pidakan saat kondisi air laut surut |
Kenyang
dengan makan sore, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Pidakan yang tempatnya
searah jalan pulang ke Lorok. Sebenarnya, saya sudah mengunjungi pantai ini
pada bulan Maret lalu, namun kondisi air laut nya masih pasang sehingga saya
tidak bisa jalan-jalan sampai ke mercusuar di pinggir pantai. Beruntungnya
saya, dalam kunjungan kali ini, air laut sedang surut. Alhamdulillah, saya
akhirnya bisa berjalan-jalan sampai ke mercusuar dan melihat banyak binatang
laut seperti bulu babi, bintang laun, ikan dorry, dan masih banyak lagi.
 |
Sore hari di Pantai Pidakan |
Kami
menutup perjalanan sore itu dengan menikmati sunset di pantai Pidakan. Meski
badan lelah tapi kami bahagia. Setidaknya bisa menghirup udara pantai yang
menenangkan saja sudah sangat bersyukur sekali. Sebelum pulang, kami mampir terlebih dahulu ke Tempat Pelelangan Ikan untuk berbelanja ikan laut sebagai menu makan malam hari ini. Disana, saya menemukan ikan Salmon seharga Rp 30.000,00 saja!!!! bayangkan...salmon yang enak banget, dijual murah disini. Karena saya kurang berpengalaman dalam mengolah daging ikan salmon, akhirnya saya memutuskan tidak jadi membeli, next time.
Sudah terhitung 2 pantai yang
berhasil saya explore dalam perjanan weekend escape kali ini, next time..kapan
kita kemana?
pantainya seru yah mba
BalasHapusSeru banget kak...angin pantai yang sepoi-sepoi bikin ngantuk
Hapus